Nasi SumSum Puri Kian Digemari

1:07 pm in Kuliner by admin

Nasi Sum Sum

Cuaca di Kota Serang akhir-akhir ini sangat dingin. Hembusan angin kencang disertai hawa dingin membuat pengemudi kendaraan harus extra hati-hati. Kenapa? Karena cuaca seperti ini tidak baik untuk kesehatan. Apalagi si pengendara dalam keadaan perut kosong kroncong. Wah, bahaya itu! Tapi “don’t worry be happy”. Ada obat mujarab yang bisa menyembuhkan perut kosong kalian. Obat?  Yang pasti ini sangat sepesial. Bahkan bisa ketagihan!

TURUN TEMURUN

Ayo,  saya ajak kalian ke tempat yang sangat akrab di telinga warga ibu kota Banten ini, yaitu Pasar Lama Kota Serang. Di pasar ini banyak tenda jajanan khas dari berbagai daerah dan salah satunya yakni nasi Sumsum Puri yang terkenal di Serang.

Nasi Sumsum Puri sudah ada di Serang, Banten, sejak tahun 1941. Konon, makanan ini adalah warisan turun temurun. Saya pun berbicang-bincang dengan pemilik warung Nasi Sumsum, Pak Arie Kusuarahadi. Menurut pengakuannya, dia sudah lama berjualan di sana. “Saya adalah generasi ketiga. Dan saya sudah 10 tahun berjualan,” ujar Arie. Dulu namanya Sumsum Mang Puri lanjut Arie, “Lalu karena semakin besar saya ganti Puri.”

sum3

TETAP ALAMI

Kendati banyak alat-alat modern semisal blender, Arie tetap masih menggunakan alat tumbuk tradisional untuk mengolah bumbunya. Alasannya sederhana, supaya bumbu yang menyatu dalam nasi dan sumsum terasa alami. “Pokoknya tetap alami dan rasa tetap tidak berubah,” terang lelaki berusia 31 tahun ini.  Tradisi kealamiahan ini pun bukan hanya dari alat saja, tapi dari lokasi warungnya yang masih mengusung tenda agar terlihat khas yang sudah turun-temurun.

Alhasil, berkat keuletan dan ketekunananya, Nasi Sumsum Puri yang beralamat di Jalan Tb. Buang ini, pernah diundang dalam acara HUT ke-482 Kabupaten Serang. Menurut Arie beberapa pejabat Pemerintahan Kabupaten dan tamu undangan yang turut merasakan kenikmatan Nasi Sumsum diantaranya Bupati Kabupaten Serang, H. Taufik Nuriman, Wakil Bupati Andi Sujadi, Kapolda Banten Rumiah Kartoredjo, Ketua DPRD Kabupaten Serang Hasan Maksudi, Dirut PDAM Akhmad Rohendi, Dirut PT. Serang Berkah Mandiri Setiawan Arif Widodo dan lain-lain. Bahkan pembawa acara wisata kuliner Bondan Winarno dan Benou Boulu pun pernah singgah di tenda Sumsum Puri milik Arie ini.

Pada hari libur pengunjung yang datang bukan hanya dari lokal Banten saja. “Enam puluh persen pengunjung dari luar kota, Seperti dari Jakarta, Bandung, bahkan ada yang dari Demak dan Medan,” jelas lelaki beranak tiga ini. Keadaan ini sudah pasti  mempengaruhi jumlah sumsum yang disediakan. “Jika lagi rame bisa menghabiskan 2000 biji nasi sumsum.

Untuk memuaskan para pelanggannya Arie pun membuka cabang di jalan Jenderal Ahmad Yani, tepatnya samping Permata Bank. Kok, buka cabangnya di Kota Serang, aja? Kata Arie ketika ditemui di kediamannya di Perumahan Bumi Agung 1 Blok I, selain tingginya peminat Nasi Sumsum di Banten masih banyak, juga ingin mempertahankan kekhasan panganan Banten.

Ucapan Arie ternyata tak isapan jempol belaka. Contohnya Akbar (18) siswa SMAN 3 Cilegon, ini harus jauh-jauh datang ke Serang hanya untuk mencicipi gurihnya nasi sumsum Puri.”Murah, enak, pas dikantong lagi,” papar Akbar warga Cilegon.

Masih kata pelajar yang berprofesi sebagai Disk Jockey (DJ) ini, rasanya enak di sini ketimbang di Cilegon. Sudah tidak rahasia lagi jika makanan yang terbuat dari sumsum kerbau dan sapi ini banyak digemari warga. Bahkan media lokal atau pun stasiun televisi nasional semisal Trans 7, Trans TV, SCTV, RCTI, Indosiar, dan Global TV  pun pernah mengekspose. Kuliner ini juga pernah meyabet dua kali sertifikat Bango Cita Rasa Nusantara 2007 dan 2009.

HARAPAN

Selain Nasi Sumsum, di warung tenda milik Arie ini juga menyediakan Sate Lidah Kerbau, dan Otak-otak. Harganya cukup murah meriah, hanya cukup membayar Rp 10.000,00-/porsi Nasi Sumsum yang berisi tiga biji dihiasi ketimun dan sisiran tomat. Supaya menambah selera makan biar lebih nikmat, maka enaknya Nasi Sumsum ditemani sate lidah kerbau atau otak-otak. Hmmm…pasti mantap!

sum2

Dihitung-hitung usia keberadaan Nasi Sumsum sudah enam puluh sembilan tahun. Umur yang terbilang sudah sangat dewasa untuk seorang manusia. Pengorbanan dan kerja keras Arie, orang tua dan kakeknya demi mengangkat citra Banten melalui kuliner sungguh sangat luar biasa. Dua kali penghargaan Kecap Bango 2007 dan 2009 bukan itu cita-cita mereka sesungguhnya.

Tapi bagaimana agar makanan khas ini tetap dijaga kelestariannya. “Supaya bertahan saja. Karena kita tahu Nasi Sumsum adalah masakan kuliner khas Banten yang seharusnya dikenal di seluruh Dunia,” harap Arie. Banyaknya wisatawan nusantara kuliner yang datang ke Serang, semestinya dijadikan sebagai peluang bagi pejabat yang mempunyai visi jelas dalam bidang wisata.

Jika saja makanan khas Banten direlokasi dan mempunyai tempat strategis, maka turis atau pelancong pun bakalan tidak lagi kebingungan mencari makanan khas. Jangan kan pelancong mancanegara, kita sendiri sebagai warga Banten kerap masih bingung di mana mencari makanan khas Banten? (Harir Baldan)

sumber : http://rumahdunia.com/isi/2010/01/05/nasi-sumsum-puri-kian-digemari/

  • Share/Bookmark